Humas FH USU, dalam rangka persiapan Summer Course 2026, Fakultas Hukum melakukan kunjungan lapangan sebagai pengecekan lapangan sebagai wujud kesiapan untuk menyukseskan kegiatan Summer Course 2026. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 10 September sampai dengan 12 September 2026.
Summer Course adalah program kursus atau pembelajaran intensif yang biasanya diadakan saat liburan musim panas dan umumnya berlangsung beberapa hari. Tema kali ini yakni “Law and Disaster” yang menitikberatkan pada hukum kebencanaan dan pembangunan sumber daya manusia yang tanggap bencana.
Bencana merupakan salah satu tantangan global yang tidak hanya berdampak pada aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan masyarakat, tetapi juga menghadirkan persoalan hukum yang kompleks. Peningkatan risiko bencana akibat perubahan iklim, urbanisasi, serta kerentanan masyarakat membutuhkan pendekatan hukum yang komprehensif melalui penguatan regulasi, kelembagaan, tata kelola, dan perlindungan hak-hak masyarakat yang terdampak.
Melalui tema “Law and Disaster”, Summer Course 2026 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, menjadi wadah akademik untuk membahas peran hukum dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendorong pemahaman mengenai bagaimana hukum dapat berfungsi sebagai instrumen mitigasi risiko, pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini tentunya sejalan dengan konsep SDGs 16, 13, 11, 17, dan SDGs 3. Sebagaimana SDGs 16 tentang Peace, Justice, and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Sebagai fokus utama kegiatan, SDGs 16 merefleksikan pentingnya penguatan sistem hukum dan institusi dalam menghadapi bencana. Melalui perspektif hukum kebencanaan, diperlukan regulasi yang efektif, tata kelola yang transparan, koordinasi antarlembaga, serta jaminan akses terhadap keadilan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kemudian, SDGs 13 menitikberatkan pada Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), yaitu bahwa perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang meningkatkan frekuensi dan intensitas berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, kebakaran hutan, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Oleh karena itu, pendekatan hukum diperlukan untuk mendukung kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. Lalu, SDGs 11 tentang Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)
Pembangunan masyarakat dan wilayah yang tangguh terhadap bencana membutuhkan perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur yang aman, serta kebijakan publik yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Melalui pendekatan hukum, kota dan komunitas dapat dikembangkan menjadi lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. Selanjutnya, kegiatan ini juga menyangkut konsep SDGs 4 tentang Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Summer Course 2026“Law and Disaster” mendukung pencapaian SDG 4 melalui penyelenggaraan pendidikan hukum yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada isu global. Kegiatan ini menjadi platform akademik bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi untuk memperluas pemahaman mengenai hukum kebencanaan, manajemen risiko bencana, perlindungan hak masyarakat terdampak, serta pengembangan kebijakan hukum yang responsif terhadap tantangan lingkungan dan sosial. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara, program ini berkontribusi dalam membentuk generasi akademisi dan profesional hukum yang memiliki kompetensi dalam menghadapi persoalan kebencanaan secara berkelanjutan.
SDGs 17 tentang Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama multipihak yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga internasional, organisasi masyarakat, serta sektor terkait. Summer Course 2026 “Law and Disaster” mendukung SDGs 17 melalui pembangunan jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam pertukaran gagasan, penelitian, dan praktik terbaik mengenai hukum kebencanaan. Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan serta menciptakan solusi bersama dalam menghadapi risiko bencana di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Dalam rangka persiapan awal kegiatan, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, dalam hal ini Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr. Mahmud Mulyadi, S.H.,M.Hum, didampingi sekretaris Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr. Rosmalinda, S.H.,LL.M.,CIM, Nabila Afifah Salwa, S.H.,M.H., Mohammad Effan Djodie, S.H.,M.H., Fahrizal S.Siagian, S.H.,M.H.,C.L.A, dan Liza Hafidzah Yusuf Rangkuti, S.H.,M.H.
Kegiatan pertama yang dilakukan Tim adalah kunjungan ke Kota Langsa, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, tepatnya ke Fakultas Hukum Universitas Samudra pada 10 September 2026. Kedatangan Tim disambut hangat oleh jajaran pimpinan FH UNSAM, di antaranya Dekan FH UNSAM Dr. Liza Agnesta Krisna, S.H., M.H.,H yang diwakili oleh para Wakil Dekan dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Samudra, Dr. M. Iqbal Asnawi, S.H., M.H., beserta jajarannya.

Dalam kunjungan kali ini, ditekankan kesiapan FH UNSAM dan MIH USU untuk memfasilitasi Summer Course di Kota Langsa. Dalam kesempatan ini, kedua belah pihak bersepakat untuk menyukseskan kegiatan bertaraf internasional Summer Course 2026 FH USU. Selain itu, FH UNSAM juga akan menyiapkan seorang pemapar yang akan memaparkan poin penting tentang “Pengalaman selama bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025 lalu dan menyampaikan materi terkait tanggap darurat bencana alam” kepada para mahasiswa peserta Summer Course 2026 dari berbagai negara. Hal ini sesuai dengan tema Summer Course 2026 FH USU kali ini yang mengangkat isu terkait “Law and Disaster” yang bertitik pada upaya membangun kesiapan sumber daya manusia yang responsif dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, kedua belah pihak membahas hal teknis untuk menyukseskan Summer Course 2026 FH USU. Untuk memperkuat sinergitas dan konektivitas, FH USU juga mendukung FH UNSAM untuk membuat Memorandum of Understanding dan Memorandum of Agreement dengan UITM Penang. Hal ini tentunya didasari oleh upaya sinergitas demi memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Pada hari yang sama, Jumat, 11 September 2026, tim dari FH USU berkunjung ke STAI Aceh Tamiang sebagai mitra dalam menyukseskan kegiatan kali ini. Kunjungan tim ini juga disambut hangat oleh Ketua STAI Aceh Tamiang, Dr. Drs. Muzakkir Samidan Prang, S.H.,M.H.,M.Pd, beserta jajaran pimpinan dan staf pengajar di STAI Aceh Tamiang.

Dalam pertemuan ini, STAI Aceh Tamiang menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada FH USU dan siap membantu serta menyukseskan kegiatan Summer Course 2026 FH USU. Kebetulan sekali bahwa STAI Aceh Tamiang menjadi korban banjir akhir tahun 2025 lalu. Sehingga nantinya STAI Aceh Tamiang akan menyiapkan pemapar yang akan menjelaskan situasi saat terjadinya banjir 2025 lalu. Hal ini tentunya sangat related dengan tema yang diangkat dalam Summer Course 2026 FH USU kali ini. Sehingga dapat memberikan edukasi, sharing pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta Summer Course 2026 FH USU yang berasal dari berbagai negara. Dalam kunjungan ke STAI Aceh Tamiang, tim dari FH USU juga menyampaikan dukungannya kepada STAI Aceh Tamiang untuk dapat membangun konektivitas dengan universitas asing dalam kegiatan Summer Course ini, dalam hal ini membuat Memorandum of Understanding dan Memorandum of Agreement dengan IIUM Kuala Lumpur. Dalam kesempatan ini, kedua belah pihak juga membahas hal teknis untuk menyukseskan Summer Course 2026 FH USU.

Setelah berkunjung dari Kota Langsa dan Aceh Tamiang, tim berkunjung ke Mess Pora-pora Tengku Rizal Nurdin yang berlokasi di Parapat, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Dalam kunjungan kali ini, Tim ingin memastikan kesiapan lokasi tersebut untuk menyukseskan kegiatan Summer Course 2026 FH USU. Sejauh ini Mess Pora-pora dan beberapa tempat lainnya sangat siap untuk menyukseskan Summer Course 2026.
Summer Course 2026 “Law and Disaster” diharapkan dapat memperkuat kolaborasi akademik antara mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan pemikiran serta solusi hukum terhadap berbagai tantangan kebencanaan bertaraf global. Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan hukum, keadilan, dan ketahanan masyarakat terhadap bencana. (Press Release Fahrizal)