home icon
search icon
menu icon

> Berita > Sesi ke-6 Kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU, DR. Maria Kaban: Alternative Dispute Resolution “Rakut Sitelu in Karo”

Sesi ke-6 Kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU, DR. Maria Kaban: Alternative Dispute Resolution “Rakut Sitelu in Karo”

Dipublikasi Pada

25 Juli 2022

Dipublikasi Oleh

Sadli Damanik A.Md

Sesi ke-6 Kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU, DR. Maria Kaban: Alternative Dispute Resolution “Rakut Sitelu in Karo”
Thumbnail Sesi ke-6 Kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU, DR. Maria Kaban: Alternative Dispute Resolution “Rakut Sitelu in Karo”
Pada sesi-6 kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU menghadirkan nara sumber Dr. Maria Kaban, SH.,M.Hum dengan materi berjudul “Alternative Dispute Resolution : Rakut Sitelu in Karo”. Rangkaian acara mulai dari pemaparan materi oleh nara sumber, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab

HUMAS FH-USU: Senin (25/07/2022), Pada sesi-6 kegiatan Summer Course Program 2022 Fakultas Hukum USU menghadirkan nara sumber Dr. Maria Kaban, SH.,M.Hum dengan materi berjudul “Alternative Dispute Resolution : Rakut Sitelu in Karo”. Rangkaian acara mulai dari pemaparan materi oleh nara sumber, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab diselenggarakan secara hybrid melalui aplikasi zoom meeting dimoderatori oleh Eva Syafitri Nasution, SH.,MH, Dosen Fakultas Hukum USU. 

Dr. Maria Kaban, SH.,M.Hum adalah Dosen mata kuliah Hukum Adat pada Fakultas Hukum USU selain itu juga pengamat yang sudah banyak melakukan penelitian di Kabupaten Karo, antara lain: Penelitian tentang Kedudukan Harta Bersama dan Harta Bawaan di Karo, Penyelesaian Sengketa Waris Tanah Adat di Karo,  Perlindungan Tentang Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat di Karo. Dalam pemaparan materinya Dr. Maria Kaban menjelaskan tentang  penerapan Rakut Sitelu dan beberapa isu terkait Rakut Sitelu di Karo yakni terkait dengan ringkasan sengketa, cara penyelesaian sengketa, penyelesaian sengketa diluar pengadilan (non litigasi), Runggun, Sangkep Geluh, Rakut Sitelu, serta Implementasi Rakut Sitelu dan Beberapa Isu di Karo. Dr. Maria Kaban juga memaparkan hasil wawancara yang baru dilakukannya dengan Pengetua Adat, Bapak M.U Sembiring bahwa Rakut Sitelu itu masih tetap eksis baik dalam menyelesaikan permasalahan yang berbau sengketa maupun tidak berbau sengketa. Demikian juga berdasarkan hasil pengamatan yang Dr. Maria Kaban lakukan selama ini bahwa Rakut sitelu itu tetap eksis, dan selalu yang dibicarakan terlebih dahulu apabila ingin melakukan acara adat baik dalam suasana sukacita dan dukacita maka yang pertama sekali ditanyakan “apakah sudah lengkap Rakut Sitelu? Artinya apakah sudah hadir?” Apabila dilihat sudah hadir maka sudah bisa dimulai dengan proses Runggu yang akan membicarakan segala sesuatunya sehubungan dengan pesta yang akan dilaksanakan. Hal ini selalu disebut runggu kitik-kitik. Jadi apabila ada kata Runggu ,maka disitu sudah hadir Rakut Sitelu yakni Kalimbubu, Sembuyak/Senina dan Anak Beru. Biasanya apabila salah satu dari unsur Rakut Sitelu tadi tidak hadir maka Runggu tidak bisa dilaksanakan dan biasanya ditunda, sebut Dr. Maria Kaban dalam penjelasannya.

Berita