home icon
search icon
menu icon

> Berita > Pusat Kajian Anti Korupsi FH USU Gelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di SUMUT terhadap Hak Pilih dan Politik Uang untuk Tahun 2024”

Pusat Kajian Anti Korupsi FH USU Gelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di SUMUT terhadap Hak Pilih dan Politik Uang untuk Tahun 2024”

Dipublikasi Pada

12 Februari 2024

Dipublikasi Oleh

Muhammad Fauzi Ar Rahman Sinulingga SE

Pusat Kajian Anti Korupsi FH USU Gelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di SUMUT terhadap Hak Pilih dan Politik Uang untuk Tahun 2024”
Thumbnail Pusat Kajian Anti Korupsi FH USU Gelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di SUMUT terhadap Hak Pilih dan Politik Uang untuk Tahun 2024”
Pusat Kajian Anti Korupsi (PKAK) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) bersama mitra, menggelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di Sumatera Utara”, bertempat di Hotel Grandhika, Medan.

 

HUMAS FH-USU: Pusat Kajian Anti Korupsi (PKAK) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) bersama mitra, menggelar Desiminasi Hasil Penelitian “Persepsi Pemilih Pemula, Gen Z di Sumatera Utara”, bertempat di Hotel Grandhika, Medan. Peserta kegiatan ini terdiri dari para akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi. Turut hadir, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si. , Dekan FH USU, Dr. Mahmul Siregar, SH.,M.Hum. , Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi  SUMUT, Agus Arifin, para anggota peneliti, Dr. Harmona Daulay, S.Sos.,M.Si. , Dr. Vita Cita Emia Tarigan, SH.,LLM , Indri Kemala Nasution, S.Psi.,M.Psi dan Perwakilan Kemitraan, Rifki Syarif. Bertindak sebagai Penanggap hasil penelitian, Puteh Ibrahim, Indra Fauzan,SHI.,M.Soc,Sc.,Phd dan Nazir Salim Manik,S.Sos.,M.SP. Kegiatan desiminasi berlangsung dengan dipandu oleh Dr. Mahmud Mulyadi, SH.,M.Hum.

 

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si dalam sumbatannya menyambut baik kegiatan ini serta berharap PKAK FH USU menjadi lembaga yang terus eksis dalam melakukan penelitian seperti yang dihasilkan saat ini. “Saya mendukung kegiatan ini, tentu memberikan manfaat bagi berbagai kalangan. Utamanya menjelang Pemilu dan Pilkada yang mengangkat penelitian terkait pemilih muda yang disebut Generasi Z,” sebut Raktor USU. Menurutnya, kajian mengenai generasi Z, ini menjadi penting menjawab apakah konsolidasi demokrasi kita akan berlanjut atau jalan di tempat. selanjutnya, Rektor USU mengatakan “Indonesia emas 2045 merupakan proses yang akan terwujud lewat konsolidasi demokrasi yang baik”. ‘Jika dalam penelitian yang dilakukan oleh PKAK FH USU ini menemukan generasi Z masih terlihat money politik, maka Indonesia emas 2045 menjadi hal yang sulit diwujudkan, jika generasi Z mau menerima uang untuk memilih, artinya masih ada persoalan. Konsolidasi demokrasi itu masih panjang dan Indonesia Emas 2045 masih sulit,” jelas Rektor USU.

 

Ketua Peneliti, Dr. Detania Sukaraja, SH.LLM dalam pemaparannya mengatakan “pemilih pemula yang disebut, Gen Z akan menggunakan hak pilihnya di ajang Pemilu dan Pilkada 2024 dan momentum serupa yang akan dilaksanakan secara periodik”. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis persepsi Gen Z sebagai pemilih pemula terkait praktek money politic dan hak memilih di Sumatera Utara pada Pemilu 2024 serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan Gen Z dalam memilih selaku pemilih pertama di Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mixed method atau metode campuran yang mengkombinasikan metode kuantitatif dengan metode kualitatif berlangsung di 7 Kabupaten/Kota dan beberapa universitas. Menurut Dr. Detania Sukarja, para pemilih pemula menyadari bahwa hak pilih mereka merupakan hak hukum yang dijamin oleh konstitusi dan akan mendukung proses perkembangan demokrasi Indonesia. “Pemilih pemula juga menunjukkan respon yang positif terhadap isu-isu strategis seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, lingkungan, perubahan iklim, pertahanan keamanan, pembangunan infrastruktur, program pembangunan jangka panjang dan tata kelola pemerintahan dalam menentukan pilihan politiknya,” ujar ketua peneliti.

 

Terkait dengan sasaran politik uang, ketua peneliti menjelaskan praktik-praktik politik uang masih terus berpotensi mengusik pesta demokrasi. Pemilih pemula Sumut menjadi sasaran praktik politik uang karena jumlahnya yang signifikan untuk mendulang suara. Menurutnya, pemilih pemula sudah memiliki kesadaran hukum dan menunjukkan idealisme dalam menggunakan hak pilih untuk masa depan bangsa dan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga sistem pemerintahan yang demokratis.

 

Para penanggap hasil penelitian mengusulkan sebagai tindak lanjut hasil penelitian agar peneliti di PKAK USU, melanjutkan hasil yang ditemukan dengan memberi masukan kepada berbagai pihak. Perlu juga memberi masukan pada lembaga terkait, agar memberi sanksi untuk yang terlibat money politic agar Gen Z yang akan menjadi lumbung di 2029 menyadari bahwa money politic tidak dibenarkan dan ada hukumannya. Selanjutnya para penyangga berpandangan, perlu rencana tindak lanjut dengan adanya data-data yang ditemukan, sekaligus disosialisasikan pada pemilih pemula di Pilkada mendatang.

 

Berita