HUMAS FH-USU: Selasa – Kamis (2/09/2023), Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU), Dr. Mahmul Siregar, S.H.,M.Hum menghadiri Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (BKS FH PTN) se-Indonesia, yang berlangsung di Hall Ijen Suites Resort & Convention, Malang, Jawa Timur. Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini dengan mengangkat tema “Aspek AI dalam Kurikulum Ilmu Hukum” sekaligus menjadi forum strategis bagi para dekan FH PTN untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan hukum di Indonesia.
Sebanyak 78 delegasi dari 32 Fakultas Hukum PTN di seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan rutin ini. Rangkaian agenda Rakernas diselenggarakan di tiga lokasi, pembukaan dilaksanakan di Ijen Suites Resort, Rakernas dan Seminar Nasional dilaksanakan di FH UB, dan penutupan dilakukan di Agro Techno Park UB.
Rapat kerja secara resmi dibuka oleh Ketua BKS Dekan FH PTN Se-Indonesia, Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D., yang juga merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Dalam sambutannya, ia menyinggung pentingnya solidaritas dalam menghadapi situasi sosial-politik di Indonesia yang saat ini tengah mengalami berbagai dinamika yang memicu kekhawatiran publik.
“Di tengah kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja, kami tetap bersyukur Rakernas ini dapat terlaksana. Namun kami juga merasa penting untuk menyuarakan keprihatinan bersama terhadap berbagai isu nasional yang menyangkut keadilan dan kesenjangan struktural,” ujarnya.
Melalui forum ini, para dekan Fakultas Hukum PTN se-Indonesia menyepakati perlunya sikap bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi hukum dan sosial di tanah air. Rakernas kali ini tidak hanya menjadi ruang diskusi strategis dalam bidang pendidikan hukum, tetapi juga momentum untuk menyatukan visi, memperjuangkan keadilan sosial, dan memperkuat peran BKS Dekan FH PTN sebagai asosiasi yang turut serta membangun masyarakat hukum Indonesia.
Dalam rapat kerja Badan BKS Dekan PTN se-Indonesia ini secara resmi dikeluarkan pernyataan sikap atas situasi di Indonesia belakangan ini. Seruan kebangsaan itu digelar pada Rabu (3/9/2025) di Hall Didik Farhan dan Rudi margono, FH UB, Malang, Jawa Timur.
Pernyataan sikap ini merupakan respons terhadap rentetan peristiwa penyampaian pendapat di muka umum yang berakibat jatuhnya korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan fasilitas umum, serta penjarahan di rumah pribadi sejumlah pejabat dalam beberapa waktu ke belakang.
Beberapa poin yang diutarakan dalam pernyataan sikap ini adalah soal evaluasi diskresi penangkapan aktivis dan reformasi pajak.
Isi Lengkap pernyataan sikap nasional pada BKS Dekan FH PTN se-Indonesia Tahun 2025 :
Dukungan terhadap kebebasan berpendapat di muka umum sebagai hak konstitusional yang wajib dihormati, dilindungi, serta dipenuhi oleh negara.
Keprihatinan serta duka mendalam atas jatuhnya korban dan kerugian yang diakibatkan kerusuhan yang menyertai aksi massa di berbagai wilayah Indonesia.
Desakan untuk aparat penegak hukum agar memperbaiki proses penegakan hukum yang proporsional; berkeadilan substantif; transparan; serta akuntabel, termasuk dengan mengevaluasi diskresi penangkapan aktivis dan membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran serta keadilan bagi korban.
Apresiasi kepada sivitas akademika dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan damai serta mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Tuntutan kepada Pemerintah untuk memperbaiki sistem hukum dan ketatanegaraan yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk reformasi sistem perpajakan dan pengembalian peran TNI dan Polri sesuai fungsinya.
Desakan bagi pejabat publik untuk mengembalikan marwah sebagai pelayan masyarakat dan mengaktualisasikan serta mengimplementasikan aspirasi masyarakat yang berkeadilan dalam setiap kebijakannya.
Seruan kebangsaan ini merupakan bagian dari acara rapat kerja dan seminar nasional BKS Dekan FH PTN se-Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 32 universitas dengan delegasi sekitar 78 orang. Semua peserta merupakan perwakilan dari FH PTN se-Indonesia.