home icon
search icon
menu icon

Ilmu Hukum

Program Studi Sarjana (S-1)
Star Achievement Icon Penghargaan IKU 3 - Dosen Berkegiatan di Luar Kampus Universitas Sumatera Utara Star Achievement Icon Penghargaan IKU 4 - Praktisi Mengajar di dalam Kampus Universitas Sumatera Utara Star Achievement Icon Penghargaan IKU 5 - Hasil Kerja dosen digunakan oleh Masyarakat atau Mendapat Rekognisi Internasional Universitas Sumatera Utara Star Achievement Icon Penghargaan IKU 6 - Program Studi Bekerjasama dengan Mitra Kelas Dunia Universitas Sumatera Utara

Ilmu hukum, sebagai studi yang mempelajari perangkat peraturan yang dibuat dan diterapkan oleh lembaga sosial atau pemerintah untuk mengatur perilaku masyarakat dan mewujudkan keadilan, menjadi landasan penting dalam pembentukan tatanan sosial yang beradab. Sejak berdirinya pada tahun 1954, Program Sarjana Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) telah membuktikan keberhasilannya dalam melahirkan para ahli hukum yang berkualitas, seperti pengacara, jaksa, notaris, dan diplomat hukum, yang berkiprah di berbagai penjuru Indonesia. Kontribusi mahasiswa ilmu hukum juga tidak bisa diabaikan. Mereka telah menjadi pilar utama dalam menjadikan Fakultas Hukum (FH) USU sebagai salah satu fakultas hukum terkemuka di Indonesia pada tahun 2022, berdasarkan data dari THE AUR. Program ini berfokus pada pengajaran yang meliputi berbagai cabang ilmu hukum seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, dan bidang lainnya.

icon
Tahun Berdiri 1954
icon
Guru Besar 15
icon
Artikel Ilmiah xxx
icon
Mahasiswa 2.613
icon
Tendik 86
icon
Alumni 13.662
icon
Sitasi xxx
Dr. Yefrizawati SH., M.Hum

Dengan senang hati, saya ucapkan selamat datang di Program Studi Sarjana Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di website Program Studi S-1 Ilmu Hukum. Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) merupakan salah satu program studi unggulan yang berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan hukum yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing global. Dalam bidang akademik, program studi ini secara konsisten mengembangkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome-Based Education) yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta dinamika hukum nasional dan internasional. Proses pembelajaran di Program Studi S1 Ilmu Hukum FH USU didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten, profesional, dan berpengalaman, termasuk dosen bergelar doktor dan guru besar. Kegiatan akademik tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga diperkuat melalui berbagai metode inovatif seperti moot court (peradilan semu), klinik hukum, penelitian mahasiswa, serta kolaborasi akademik dengan institusi dalam dan luar negeri. Sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, Program Studi S1 Ilmu Hukum FH USU telah berhasil meraih Akreditasi Unggul, yang menunjukkan standar mutu tertinggi dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, program studi ini juga memperoleh Akreditasi Internasional dari FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) dengan status full accreditation without conditions, yang menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang diselenggarakan telah memenuhi standar internasional. Mari bergabung dengan Program Studi S-1 Ilmu Hukum untuk pendidikan hukum yang lebih baik.

Dr. Yefrizawati SH., M.Hum
Ketua Program Studi S1 Ilmu Hukum
Program Studi S1 Ilmu Hukum Terakreditasi FIBAA - Program Studi S1 Ilmu Hukum Terakreditasi Unggul No. 6183/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/X/2024
Lab Fasilkom-TI

Kurikulum Sarjana Hukum

Kamu akan mempelajari hal-hal seperti:

  • Tindak Pidana Korporasi
  • Tindak Pidana Korupsi
  • Kepailitan
  • Tindak Pidana Pencucian Uang
  • Perlindungan Anak
Kurikulum
ornament

Profil Lulusan

Berikut adalah daftar profil lulusan yang terdapat pada Sarjana Hukum

Pengacara

Pengacara

Di bidang hukum pidana, pengacara bertanggung jawab untuk membela individu yang dituduh melakukan kejahatan. Mereka memainkan peran penting dalam sistem peradilan pidana, bekerja untuk memastikan bahwa klien mereka memiliki representasi hukum yang kompeten, memahami hak-hak mereka, dan menerima perlakuan yang adil di pengadilan. Pengacara pidana juga dapat terlibat dalam penyelesaian kesepakatan, penyelidikan, dan upaya penangguhan hukuman.

Di sektor hukum sipil, pengacara bekerja dalam berbagai konteks hukum yang melibatkan sengketa antara individu, perusahaan, atau lembaga pemerintah. Mereka dapat menangani kasus-kasus seperti gugatan perdata, hak properti, kontrak, atau sengketa bisnis. Kemampuan untuk melakukan riset hukum, menyusun argumen, dan bernegosiasi menjadi keterampilan kunci dalam memastikan kepentingan klien terlindungi dan mencapai penyelesaian yang adil.

Pada ranah hukum perusahaan, pengacara berperan sebagai penasihat hukum bagi perusahaan dan entitas bisnis. Mereka dapat terlibat dalam perjanjian kontrak, hukum ketenagakerjaan, hukum pajak, dan ketaatan terhadap regulasi perusahaan. Pengacara perusahaan juga dapat memberikan saran hukum strategis untuk membantu perusahaan menghindari konflik hukum dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah.

Jaksa

Jaksa

Di bidang hukum pidana, jaksa berperan sebagai penegakan hukum. Mereka bekerja sama dengan penyidik untuk mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan merumuskan kasus pidana. Jaksa pidana memainkan peran sentral dalam sidang pengadilan, mempresentasikan kasus, dan mengejar keadilan di hadapan juri atau hakim. Mereka dapat terlibat dalam penuntutan kasus-kasus mulai dari kejahatan kecil hingga kejahatan berat, termasuk pembunuhan, pencurian, atau narkotika.

Jaksa perdata, di sisi lain, terlibat dalam menangani sengketa hukum antara pihak-pihak swasta atau lembaga-lembaga bisnis. Mereka dapat memimpin proses peradilan untuk penyelesaian gugatan perdata, melibatkan diri dalam negosiasi untuk mencapai penyelesaian damai, atau memberikan nasihat hukum kepada lembaga pemerintah atau klien swasta. Kemampuan untuk menganalisis fakta, merumuskan argumen hukum, dan berkomunikasi dengan jelas menjadi keterampilan kunci dalam peran ini.

Dalam konteks hukum tata usaha negara, jaksa memainkan peran penting dalam memastikan bahwa keputusan pemerintah sesuai dengan hukum dan kebijakan. Mereka dapat terlibat dalam menyusun opini hukum, memberikan nasihat hukum kepada entitas pemerintah, atau menangani sengketa administratif. Jaksa tata usaha negara juga dapat menjadi advokat pemerintah dalam sidang pengadilan untuk membela keputusan atau kebijakan pemerintah.

Hakim

Hakim

Hakim dapat bekerja di berbagai tingkat pengadilan, termasuk pengadilan tinggi, pengadilan tinggi, pengadilan negeri, atau pengadilan agung, dengan beberapa hakim bahkan menjabat di tingkat konstitusi.

Dalam ruang sidang, hakim memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan argumen dari kedua belah pihak, mengevaluasi bukti, dan mengambil keputusan yang adil dan berdasarkan hukum. Mereka memainkan peran kunci dalam memahami kasus-kasus kompleks, menafsirkan undang-undang, dan memberikan arahan hukum kepada juri. Keputusan hakim mempengaruhi arah hukum, menciptakan preseden, dan mencerminkan interpretasi hukum yang cermat.

Hakim juga dapat terlibat dalam proses mediasi dan negosiasi, mencoba untuk memfasilitasi penyelesaian damai antara pihak yang bersengketa sebelum masuk ke persidangan formal. Pemahaman mendalam tentang hukum dan kebijakan hukum membantu hakim dalam menilai keabsahan perjanjian penyelesaian dan menilai apakah penyelesaian tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan hukum yang berlaku.

Konsultan Hukum

Konsultan Hukum

Peran konsultan hukum melibatkan memberikan nasihat hukum kepada klien, mengevaluasi risiko hukum, dan memastikan bahwa tindakan atau kebijakan perusahaan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Di firma hukum swasta, konsultan hukum dapat bekerja dalam berbagai bidang hukum, seperti hukum perdata, hukum pidana, hukum bisnis, atau hukum lingkungan. Mereka dapat terlibat dalam menyusun kontrak, memberikan pendapat hukum, atau memimpin tim litigasi untuk mewakili klien mereka di pengadilan. Keahlian di berbagai aspek hukum membuat konsultan hukum menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi klien mereka.

Konsultan hukum juga dapat memilih untuk bekerja di dalam perusahaan sebagai bagian dari tim hukum internal. Dalam peran ini, mereka bekerja sama dengan berbagai departemen perusahaan untuk memastikan bahwa kebijakan dan tindakan perusahaan selaras dengan regulasi dan undang-undang yang berlaku. Mereka dapat memberikan nasihat hukum terkait dengan kontrak bisnis, litigasi, kekayaan intelektual, atau kepatuhan hukum umum.

Diplomat

Diplomat

Diplomat dapat bekerja di kedutaan besar, konsulat, atau misi permanen di organisasi internasional seperti PBB, WTO, atau Uni Eropa.

Peran diplomat mencakup sejumlah tugas yang beragam, mulai dari negosiasi perdamaian dan perdagangan hingga penanganan isu-isu hak asasi manusia dan lingkungan. Mereka bertindak sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah mereka dan pemerintah negara yang mereka teruskan, memfasilitasi dialog antarnegara dan mempromosikan pemahaman saling. Diplomat juga memainkan peran penting dalam menyusun kebijakan luar negeri, memberikan saran kepada pejabat pemerintah tentang strategi diplomatik, dan menganalisis dampak kebijakan luar negeri terhadap kepentingan nasional.

Dalam konteks hukum, diplomat juga berurusan dengan perundingan perjanjian internasional, membantu dalam penyusunan teks perjanjian dan memastikan bahwa ketentuan-ketentuan hukum terpenuhi. Keahlian dalam hukum internasional menjadi keterampilan yang sangat berharga dalam peran ini, terutama dalam menangani sengketa perbatasan, perlindungan warga negara, atau perundingan perdagangan internasional.

Notaris

Notaris

Notaris memiliki peran dalam menyediakan layanan notarial yang mencakup pembuatan akta-akta, kontrak, dan dokumen-dokumen hukum lainnya yang membutuhkan legalisasi resmi. Mereka dapat bekerja di kantor notaris, firma hukum, atau bahkan mendirikan praktik notarial mereka sendiri.

Sebagai perwakilan hukum yang berwenang, notaris memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa dokumen-dokumen hukum yang mereka keluarkan bersifat sah dan mengikat. Mereka terlibat dalam menyusun perjanjian-perjanjian seperti akta jual beli, perjanjian sewa-menyewa, atau wasiat. Kemampuan notaris untuk memahami peraturan hukum, mengidentifikasi risiko, dan menyesuaikan dokumen hukum dengan kebutuhan klien menjadi keterampilan utama dalam menjalankan tugas ini.

Selain itu, notaris juga berperan dalam melakukan otentikasi tanda tangan, mengesahkan dokumen-dokumen, dan memberikan sertifikasi hukum pada berbagai transaksi. Mereka memainkan peran penting dalam melindungi kepentingan pihak yang terlibat dalam suatu perjanjian, serta memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku. Keberadaan notaris memberikan jaminan keabsahan dan keamanan hukum pada berbagai transaksi bisnis dan perdata.

Staf Legal

Staf Legal

Peran Staf Legal melibatkan berbagai tugas, mulai dari memberikan nasihat hukum, menyusun dokumen hukum, hingga menangani perselisihan dan proses litigasi.

Di dalam kantor hukum swasta, Staf Legal dapat berpartisipasi dalam penyelidikan hukum, menyusun opini hukum, dan memberikan nasihat hukum kepada klien. Mereka dapat terlibat dalam berbagai bidang hukum, seperti hukum perusahaan, hukum properti, hukum pajak, atau hukum pekerjaan. Keahlian dalam penelitian hukum, analisis kasus, dan pemahaman mendalam tentang undang-undang menjadi aspek penting dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Di sektor perusahaan, Staf Legal berperan memastikan bahwa kebijakan dan tindakan perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka dapat terlibat dalam menyusun kontrak, merancang kebijakan internal, dan memberikan nasihat hukum terkait dengan operasional bisnis. Selain itu, Staf Legal juga dapat memainkan peran penting dalam manajemen risiko, membantu perusahaan mengidentifikasi potensi masalah hukum, dan mengembangkan strategi untuk mengatasi tantangan hukum.

Staf HRD

Staf HRD

Peran utama Staf HRD melibatkan merancang program pengembangan karyawan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi tim. Dengan latar belakang hukum, Staf HRD memiliki pemahaman yang mendalam tentang regulasi ketenagakerjaan, kebijakan perusahaan, dan hukum terkait sumber daya manusia. Mereka dapat membantu memastikan bahwa kebijakan dan praktik perusahaan sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, serta memberikan panduan kepada karyawan dan manajemen terkait dengan aspek hukum dalam lingkup sumber daya manusia.

Selain itu, Staf HRD juga terlibat dalam menyusun program pelatihan yang mencakup pengembangan keterampilan teknis, kepemimpinan, dan pengembangan karier. Pemahaman mereka tentang hukum ketenagakerjaan memastikan bahwa program tersebut mematuhi regulasi dan kebijakan perusahaan, sambil mendukung pertumbuhan dan perkembangan karyawan. Staf HRD dapat bekerja sama dengan manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, merancang program yang sesuai, dan mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas dan retensi karyawan.

Tugas Staf Kementerian mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian dan analisis hukum, penyusunan kebijakan, hingga koordinasi pelaksanaan program pemerintah. Dengan latar belakang hukum, mereka membawa pemahaman mendalam tentang regulasi dan undang-undang yang membentuk landasan hukum bagi kebijakan dan program pemerintah. Staf Kementerian juga dapat terlibat dalam mempersiapkan dokumen-dokumen hukum, menyusun rancangan undang-undang, dan memberikan nasihat hukum kepada pejabat kementerian.

Keahlian hukum mereka sangat dibutuhkan dalam proses penyusunan kebijakan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku. Dalam hal ini, Staf Kementerian dapat berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga legislatif, masyarakat sipil, dan sektor swasta, untuk memastikan kebijakan yang dirancang mencapai tujuan pemerintah sambil mematuhi prinsip-prinsip hukum.

Staf Kementerian juga dapat terlibat dalam proses perencanaan pembangunan dan penganggaran, bekerja untuk menyusun kebijakan ekonomi dan fiskal yang berkelanjutan. Mereka dapat membantu dalam merancang regulasi bisnis, kebijakan investasi, dan berbagai instrumen kebijakan lainnya yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Sebagai pendidik, Dosen memiliki peran dalam menyampaikan pengetahuan, membimbing mahasiswa, dan membentuk pemikiran kritis dalam konteks hukum. Dosen Jurusan Sarjana Hukum terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari memberikan kuliah, menyusun kurikulum, hingga melakukan penelitian dan publikasi ilmiah.

Dalam memberikan kuliah, Dosen tidak hanya menyampaikan informasi tentang teori hukum, tetapi juga berperan dalam mengembangkan keterampilan analisis, pemecahan masalah, dan penalaran hukum mahasiswa. Mereka dapat terlibat dalam pengajaran berbagai mata kuliah, mulai dari hukum perdata, pidana, administratif, hingga hukum internasional, memberikan mahasiswa pemahaman yang komprehensif tentang berbagai aspek hukum.

Selain pengajaran, Dosen juga berkontribusi dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang relevan dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat. Mereka dapat terlibat dalam menyesuaikan materi pembelajaran dengan tren hukum terkini, memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan dunia profesional. Pemahaman mendalam tentang perubahan dalam praktik hukum dan perkembangan hukum yang dinamis menjadi keterampilan penting dalam menetapkan kurikulum yang relevan.

Sebagai administrator pengadilan, Panitera bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara catatan pengadilan, baik berupa salinan putusan, dokumen persidangan, maupun catatan lainnya. Kemampuan organisasi dan ketelitian menjadi keterampilan esensial dalam menjalankan tugas ini, mengingat pentingnya dokumentasi yang akurat dalam pengadilan. Panitera juga terlibat dalam memfasilitasi persidangan, mengelola jadwal sidang, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat, termasuk pengacara, jaksa, dan pihak-pihak yang bersengketa.

Selain itu, Panitera memiliki peran penting dalam mendukung hakim. Mereka membantu mempersiapkan materi sidang, merinci argumen-argumen hukum, dan memastikan bahwa semua dokumen yang diperlukan untuk persidangan telah disiapkan. Panitera juga dapat memberikan nasihat teknis kepada hakim terkait dengan tata cara peradilan, hukum acara perdata atau pidana, dan masalah hukum lainnya yang mungkin muncul dalam proses peradilan.

Prospek karier Panitera juga melibatkan pengelolaan aspek keuangan dan administratif pengadilan. Mereka dapat berperan dalam memantau anggaran pengadilan, mengelola biaya operasional, dan memastikan bahwa semua proses administratif mematuhi regulasi dan kebijakan yang berlaku. Keahlian dalam manajemen sumber daya dan pemahaman tentang hukum administrasi menjadi keterampilan yang sangat dicari dalam konteks ini.

Aktivis hukum dapat memilih untuk bekerja dalam berbagai bidang, termasuk hak-hak sipil, hak lingkungan, hak perempuan, atau hak migran. Mereka terlibat dalam penyusunan kampanye advokasi, merancang strategi untuk mengatasi isu-isu spesifik, dan memobilisasi dukungan masyarakat. Keterampilan komunikasi, penelitian, dan strategi politik menjadi kunci dalam memperjuangkan perubahan sosial melalui jalur hukum.

Sebagai pejuang hak asasi manusia, aktivis hukum sering terlibat dalam menyelidiki dan mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia. Mereka dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional, organisasi nirlaba, atau lembaga pemerintah untuk menyuarakan keadilan dan memastikan bahwa pelaku pelanggaran hak asasi manusia diadili. Keahlian hukum menjadi aset berharga dalam memahami dan mengatasi kompleksitas kerangka hukum internasional dan nasional yang terkait dengan hak asasi manusia.

Aktivis hukum yang fokus pada hak lingkungan berperan dalam memerangi kerusakan lingkungan, melawan deforestasi, dan memastikan perlindungan sumber daya alam. Mereka dapat terlibat dalam memajukan kebijakan lingkungan, menuntut perusahaan yang merusak lingkungan, atau menyuarakan hak komunitas yang terdampak dampak negatif lingkungan. Pemahaman hukum tentang regulasi lingkungan, hukum energi, dan perizinan menjadi keterampilan yang sangat dicari dalam memperjuangkan keberlanjutan lingkungan.

Hubungi Kami

Sarjana Hukum Universitas Sumatera Utara

Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara

ornament

Testimoni Alumni

-

Assalamu'alaikum wr. wb.
Sebagai alumni yang memasuki fakultas tahun 1992, merupakan awal sekaligus titik balik bagi saya dalam meraih cita-cita untuk sukses dalam karier ke depan, karena sejujurnya hukum bukanlah pilihan utama dalam cita-cita hingga akhirnya merupakan suatu tantangan dan kenyataan agar ditempuh.
Hal yang paling berkesan bagi saya adalah ketika menjalani perkuliahan di awal semester 1 (satu) saat sedang mempelajari mata kuliah Ilmu Negara dan Pengantar Ilmu Hukum. Mata kuliah ini cukup sulit untuk dipahami karena cakupan pembahasan yang luas sehingga menjadi tantangan bagi kami di Grup/Kelas C untuk mempelajarinya dan ketika hasil ujian akhir semester keluar ternyata hanya ada sekitar 8 (delapan) orang yang lulus mata kuliah ini, termasuk saya dari puluhan orang yang ada di grup/kelas kami. Terasa sangat puas ketika mengetahui hasil ujian akhir semester tersebut sehingga percaya diri saya muncul untuk mendalami perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara meskipun dengan keadaan perekonomian yang sulit. Namun, saya merasa sangat terbantu dengan adanya Beasiswa PPA yang diberikan oleh pihak fakultas. Hal ini yang semakin memantapkan niat untuk terus menimba ilmu sebagai tonggak utama saya untuk meniti karier di dunia penegak hukum, yaitu sebagai pengacara (advokat). Hingga dari segala proses yang saya lalui mulai dari tahun 1996, setelah saya lulus kuliah sampai saat ini, tujuan saya telah terwujud untuk mendirikan kantor hukum yang bernama Hasrul Benny Harahap & Rekan bertempat di Jl. Sei Galang No. 5, Kec. Medan Baru, Kota Medan.
Hingga saya menyadari apapun pencapaian yang telah saya dapatkan sampai di titik ini tidaklah terlepas dari peran besar dari kampus yang sangat kita cintai. Harapan saya semoga seluruh civitas akademika fakultas ataupun universitas dapat diberikan kesehatan untuk dapat terus menjadi embrio bagi calon penerus bangsa, khususnya di bidang hukum. Amin.

Hasrul Benny Harahap, S.H., M.Hum.

Hasrul Benny Harahap, S.H., M.Hum.

1992 - Direktur Kantor Hukum Hasrul Benny Harahap & Rekan (Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum) USU

-

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya Rosihan Juhriah Rangkuti, S.H., M.H., alumni FH USU stambuk 1988.
Pertama sekali lulus UMPTN merasa sangat bangga diberikan kesempatan kuliah di kampus kebanggaan Sumatera Utara ini. Apalagi saya berasal dari kampung yang jauh dari ibu kota provinsi dan berasal dari keluarga yang sederhana. Tentu kebanggaan berlipat-lipat rasanya.
Tahun-tahun awal kuliah baru diterapkan perkuliahan dengan sistem SKS sehingga masih masa transisi dan dosen belum sepenuhnya menerima mahasiswa tahun yang rendah mengambil mata kuliah semester yang lebih tinggi.
Mengikuti perkuliahan di FH USU pada zaman dulu sangat banyak tantangannya, sangat susah untuk lulus. Ada beberapa mata kuliah yang satu kelas hanya lulus 6 atau 8 orang. Ada yang banyak mengulang tahun depannya lagi. Tapi Alhamdulillah, saya termasuk yang lumayan lancar lulus sehingga mendapat Beasiswa Supersemar pada saat itu.
Belajar dengan berkelompok menjadi andalan bagi kami untuk menguasai pelajaran dan ada juga mengikuti tentoran yang diselenggarakan senior-senior di musala kampus. Sangat membantu bagi kami.
Setelah berada di dunia kerja saya menyadari ketatnya standar kelulusan pada zaman kuliah membuat saya memiliki basic ilmu hukum yang sangat bermanfaat saat ini sehingga perkembangan ilmu hukum yang ada saat ini mudah diikuti seiring dengan berbagai pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga tempat saya berprofesi sebagai hakim di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Saat ini, saya menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA. Saat ini, saya sudah 11 (sebelas) kali mutasi dan promosi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia untuk mengabdi pada nusa dan bangsa sebagai hakim.
Selamat berkarya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rosihan Juhriah Rangkuti, S.H., M.H.

Rosihan Juhriah Rangkuti, S.H., M.H.

1988 - Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA

Assalamu’alaikum wr. wb.
Banyak manfaat yang saya dapatkan selama kuliah dan belajar di Fakultas Hukum USU, saya sangat terkesan dengan para dosen dalam men-“treat” mahasiswanya hingga mendapatkan kehangatan hubungan baik antara mahasiswa dengan dosennya maupun antarmahasiswa sendiri. Fakultas Hukum USU menjadi tempat saya dapat mengembangkan diri baik dalam mendalami ilmu hukum dan isu-isu terkait dengan hukum terkini, khususnya bidang ilmu hukum internasional yang saya tekuni, maupun juga ilmu di luar kelas, seperti organisasi dan terlibat dalam kepanitiaan kegiatan. Sekarang menjadi alumni, saya memiliki kebanggaan tersendiri karena silaturahmi dengan para dosen dan alumni lain terus terjalin. Saya berharap teman juga mendapatkan pengalaman yang serupa mahasiswa yang bangga menjadi almamater dari Fakultas Hukum USU dan tentunya kita secara bersama-sama memajukan Indonesia ke depan kepada Fakultas Hukum. Saya ucapkan agar terus meningkatkan kualitas dan kontribusinya di jurnal internasional ataupun jurnal nasional, serta dosen-dosen bisa menjadi contoh yang memberikan citra positif kepada Universitas Sumatera Utara, khususnya Fakultas Hukum.
Demikian dari saya, semoga bermanfaat dan berjuang terus untuk memajukan fakultas kita tercinta. Semoga sukses terus memajukan pendidikan di Indonesia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Almaududy Amri, S.H., M.H., M.Si., Ph.D.

Ahmad Almaududy Amri, S.H., M.H., M.Si., Ph.D.

2008 - Diplomat