Humas FH-USU: 28/08/2026 — Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan Workshop Sharing Experience Beasiswa Studi Formal dan Nonformal S2 Dalam dan Luar Negeri pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, strategi, serta motivasi bagi mahasiswa dan peserta yang ingin memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kegiatan dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum USU, Dr. Mahmud Mulyadi, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Dr. Mahmud menekankan pentingnya kegiatan berbagi pengalaman beasiswa sebagai sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi secara langsung dari para awardee yang telah melalui proses seleksi dan menjalani studi dengan dukungan beasiswa.

Menurutnya, pengalaman para narasumber diharapkan dapat membangun semangat mahasiswa untuk berani mencoba berbagai peluang pendanaan pendidikan. Keterbatasan biaya tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan keinginan melanjutkan studi, mengingat saat ini tersedia beragam program beasiswa untuk pendidikan di dalam maupun di luar negeri. Kesempatan memperoleh beasiswa juga perlu diiringi dengan persiapan, kualitas diri, serta strategi yang tepat.

Workshop dipandu oleh Nabila Afifah Salwa, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum USU selaku moderator. Hadir sebagai narasumber pertama, Nurhadi Ahmad Juang, S.H., M.H., C.C.D., dosen Fakultas Hukum USU sekaligus awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia S2 Dalam Negeri.

Dalam pemaparannya, Nurhadi berbagi perjalanan dan pengalamannya sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia tahun 2023. Ia menjelaskan bahwa memperoleh beasiswa bukanlah proses yang instan. Calon pendaftar perlu mempersiapkan diri bahkan sebelum periode pendaftaran dibuka karena jangka waktu pendaftaran umumnya relatif terbatas, sementara berbagai persyaratan membutuhkan persiapan sejak jauh hari.
Ia juga memaparkan berbagai komponen dukungan yang dapat diperoleh penerima BPI, antara lain bantuan biaya pendidikan, tunjangan buku, biaya hidup bulanan, dukungan penelitian, hingga dana lain sesuai ketentuan program. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa beasiswa bukan hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerimanya untuk lebih fokus pada penyelesaian dan pengembangan akademiknya.

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam sesi Nurhadi adalah strategi penulisan esai beasiswa. Menurutnya, calon awardee harus memahami arah dan tujuan program beasiswa, membangun kerangka tulisan yang kuat, serta mampu menjelaskan perjalanan dirinya secara utuh. Ia memperkenalkan pendekatan past, present, and future yang menggambarkan pencapaian masa lalu, aktivitas yang sedang dilakukan, serta rencana dan kontribusi yang ingin diwujudkan di masa depan.


Narasumber kedua, Riski Pardinata Berutu, S.H., M.H., alumni Magister Ilmu Hukum USU sekaligus Awardee Beasiswa Unggulan S2 Dalam Negeri, turut membagikan pengalaman memperoleh beasiswa untuk pendidikan magister. Kehadirannya memberikan perspektif kepada peserta mengenai peluang Beasiswa Unggulan sebagai salah satu alternatif pendanaan pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui pengalaman yang dibagikan, peserta mendapatkan gambaran bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa sangat dipengaruhi oleh kesiapan administratif, rekam jejak akademik maupun nonakademik, kemampuan menyusun rencana studi, serta kemampuan menunjukkan alasan yang kuat mengapa seorang kandidat layak menerima dukungan beasiswa.

Sementara itu, narasumber ketiga, Liza Hafidzah Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., alumni Magister Ilmu Hukum USU sekaligus Awardee MEXT Scholarship untuk melanjutkan studi di Kyushu University, Jepang, memberikan perspektif mengenai peluang pendidikan dan beasiswa di luar negeri. Pengalamannya menjadi inspirasi bahwa alumni MIH USU memiliki peluang untuk melanjutkan pengembangan akademik di lingkungan pendidikan internasional.

Kehadiran tiga narasumber dengan latar belakang program beasiswa yang berbeda memberikan gambaran yang lebih luas kepada peserta mengenai jalur pendanaan studi. Peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai bentuk dan manfaat program beasiswa, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai proses persiapan, penulisan esai, penyusunan rencana studi, hingga pentingnya memiliki orientasi dan perencanaan masa depan yang jelas.

Dalam sesi sharing juga ditegaskan bahwa penyelenggara beasiswa pada umumnya mencari kandidat yang memiliki pola pikir visioner. Meskipun rencana yang disusun calon awardee dapat berkembang seiring perjalanan studi, kemampuan untuk menunjukkan tujuan yang terarah sejak tahap seleksi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun profil kandidat yang meyakinkan.

Melalui penyelenggaraan Workshop Sharing Experience Beasiswa Studi Formal dan Nonformal S2 Dalam dan Luar Negeri ini, Program Studi Magister Ilmu Hukum USU berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni yang termotivasi untuk mencari serta memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang tersedia.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya SDG 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses informasi dan peluang pendidikan tinggi yang inklusif serta berkualitas. Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 16 Peace, Justice and Strong Institutions atau Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kapasitas akademik dan profesional sumber daya manusia di bidang hukum yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan sistem hukum dan kelembagaan yang berkeadilan.

Workshop ini turut selaras dengan SDG 17: Partnerships for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan pertukaran pengetahuan antara program studi, dosen, alumni, penerima beasiswa, serta institusi pendidikan di dalam dan di luar negeri. Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan pendidikan dan membangun ekosistem akademik yang saling mendukung.

Dengan informasi yang tepat, persiapan yang matang, keberanian untuk mencoba, serta dukungan jejaring akademik yang kuat, kesempatan memperoleh beasiswa dan menempuh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi semakin terbuka. Melalui kegiatan ini, MIH USU menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas wawasan internasional, dan mendorong sivitas akademika untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan hukum dan masyarakat.