Sejak diperkenalkan pada tahun 1988, Program Homestay di Malaysia telah menjadi produk wisata pedesaan yang ikonik. Wisatawan membayar harga yang wajar untuk tinggal bersama keluarga tuan rumah dan merasakan kehidupan sehari-hari bersama komunitas lokal. Wabah pandemi pada Februari 2020 sangat berdampak pada industri pariwisata, menyebabkan banyak homestay berhenti beroperasi. Pada periode pascapandemi, industri pariwisata, termasuk homestay, berupaya untuk kembali bangkit. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan yang mempengaruhi kesuksesan homestay. Penelitian ini berfokus pada identifikasi faktor-faktor tersebut untuk homestay di Penang, Malaysia, dengan mempertimbangkan perspektif wisatawan, lembaga pemerintah, institusi, pelaku industri, dan komunitas.