Dalam rangka Summer course Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Tahun 2026, Fakultas Hukum USU bangun kerjasama dengan STAI Aceh Tamiang Dan Pemerintah Desa Air Tenang, Rabu, 21 Oktober 2026. Kegiatan sebelum penandatanganan Implementation Agreement, adalah Kunjungan ke daerah yang terdampak banjir yang terjadi akhir November 2025 lalu. Selain itu, FH USU juga menyerahkan bantuan berupa beberapa perahu karet yang diberikan kepada Pemerintah Desa Air Tenang yang diberikan langsung di Kantor Pemerintah Desa Air Tenang, Aceh Tamiang.

Dalam kegiatan ini, Sambutan oleh pihak Datuk Penghulu Pemerintah Desa Air Tenang, yakni disampaikan oleh Bapak Muttaqin. Beliau mengapresiasi kepedulian dari Fakultas Hukum USU atas hal tersebut, beliau berpesan agar kiranya para peserta Summer course 2026 FH USU kelak melanjutkan studinya Dan menjadi generasi yang sukses kedepannya. Pihak STAI Aceh Tamiang juga turut mengapresiasi kepedulian dari FH USU dan mengapresiasi kegiatan Summer course 2026 ini. Demikian juga Sambutan oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr. Mahmul Siregar, S.H,M.Hum, yang mana Dekan turut berterima kasih kepada seluruh pihak terkhusus kepada STAI Aceh Tamiang Dan Pemerintah Desa yang telah menyukseskan kegiatan Summer course 2026 ini. Sambutan oleh Kaprodi Magister Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr. Mahmud Mulyadi, S.H.,M.Hum. dalam sambutannya, Dr. Mahmud mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan mitra yakni STAI Aceh Tamiang, Pemerintah Desa Air Tenang, UNSAM, Dan mitra lainnya. Dr Mahmud juga mengingatkan terkait pentingnya membangun kesiapsiagaan dalam mitigasi bencana dengan membangun karakter waspada.

Turut berhadir dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, Dan Informasi, Dr. Mohammad Ekaputra, S.H.,M.Hum, Sekretaris Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Rosmalinda, S.H.,LL.M, Sekretaris Prodi Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara, Bapak Boy Laksamana, S.H.,M.Hum, Kaprodi Magister Ilmu Hukum Universitas Samudra, Dr. Muhammad Iqbal Asnawi, S.H.,M.H. beserta jajaran, serta perwakilan Dari STAI Aceh Tamiang, Dan Segenap tim panitia event summer course FH USU 2026.
Summer course Kali ini diikuti peserta Dari berbagai negara, seperti Dari Yaman, Pakistan, Myanmar, Malaysia, Kamboja, Nigeria, Dan China. Selain itu, event summer course Kali ini diikuti mahasiswa/I Dari program IUP (International undergraduate program) FH USU. Dalam rangka menyukseskan event dan mendapatkan Ilmu serta pengalaman berharga terkait “Law and disaster: Lessons learned in emergency management”.
Dalam kegiatan di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara di Aceh Tamiang yakni adanya kegiatan penandatanganan nota kerja sama (Implementation Agreement) antara Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara dengan STAIS Aceh Tamiang Dan dengan Salah satu Pemerintah Desa Air Tenang. Setelah itu, kegiatan penyerahan plakat Dari USU kepada STAI Dan USU kepada Pemerintah Desa Air Tenang. Kegiatan di STAI Aceh Tamiang berlangsung dengan sangat baik dan interaktif. Sebagai bagian dari langkah edukasi kepada peserta Summer Course yang mana event summer course kali ini bertemakan “Law and disaster Lessons learned in emergency management”. STAI Aceh Tamiang mengadakan kegiatan presentasi pemutaran video saat banjir dahsyat 2025 dan pasca banjir. Hal ini sangat penting sebagai edukasi penting kepada peserta Summer course bagaimana kondisi saat banjir dahsyat akhir November Tahun 2025 lalu.

Penyelenggaraan Summer Course 2026 Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara bersama STAI Aceh Tamiang juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Kegiatan ini menyediakan ruang pembelajaran lintas negara yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan peserta internasional untuk memperluas pengetahuan mengenai hukum dan penanggulangan bencana. Pertukaran gagasan dan pengalaman dalam forum akademik ini mendukung pengembangan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan global.
Kedua, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Pembahasan mengenai kesiapsiagaan bencana, manajemen kedaruratan, mitigasi risiko, dan ketahanan masyarakat berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman tentang pentingnya membangun komunitas yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Edukasi ini sangat bermanfaat bagi berbagai pihak, khususnya peserta Summer Course 2026 kali ini. Pengalaman empitikal yang dialami oleh STAI Aceh Tamiang saat menghadapi banjir di Aceh Tamiang menjadi salah satu contoh nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Sehingga memberikan wawasan bagi peserta summer course bahwa pentingnya kesiap siagaan dan lembaga yang senantiasa siap siaga menghadapi bencana.
Ketiga, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action). Diskusi tentang kesiapsiagaan dan manajemen bencana relevan dengan upaya memperkuat kapasitas adaptasi terhadap bahaya dan risiko terkait iklim. Melalui pengembangan pengetahuan mengenai mitigasi dan pengelolaan keadaan darurat, kegiatan ini mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya kesiapan institusi dan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Keempat, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions). Tema hukum dalam situasi bencana menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat terdampak, kejelasan tanggung jawab, akses terhadap keadilan, serta tata kelola penanggulangan bencana yang akuntabel. Penguatan perspektif hukum diharapkan dapat mendukung terciptanya kelembagaan yang responsif, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Kelima, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Kolaborasi antara USU, UNSAM, STAI Aceh Tamiang, UMSU, IIUM, serta akademisi dari berbagai negara menunjukkan pentingnya kemitraan dalam memperluas dampak pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan Implementation Agreement antara FH USU dan STAI Aceh Tamiang serta Pemerintah Desa Air Tenang, Aceh Tamiang, juga menjadi salah satu wujud konkret penguatan kerja sama antarlembaga untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Melalui integrasi perspektif hukum, pendidikan, dan penanggulangan bencana, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pengayaan secara akademik, tetapi juga mendorong penguatan kapasitas kelembagaan dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara lebih terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Dengan adanya kerjasama dengan pihak mitra tentunya kedepan mampu membangun karakter waspada Dan tanggap bencana.