HUMAS FH-USU: Rabu (26/08/2026), Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) menyelenggarakan pelatihan penulisan karya ilmiah dengan mengusung semangat peningkatan kualitas akademik dan penguatan orisinalitas karya ilmiah mahasiswa. Kegiatan ini ditujukan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan dalam menghasilkan tesis maupun artikel jurnal ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki tingkat orisinalitas yang tinggi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum USU dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan kapasitas riset dan pengembangan gagasan ilmiah yang inovatif, SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan integritas, etika, dan tanggung jawab akademik, khususnya dalam pengembangan keilmuan hukum, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara program studi, akademisi, alumni, dan mahasiswa dalam membangun ekosistem akademik yang berkualitas.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida, yakni secara daring dan luring, tersebut diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum USU. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan secara daring, sementara 11 peserta hadir secara langsung di lokasi kegiatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum USU, Dr. Mahmud Mulyadi, S.H., M.Hum., serta Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum USU, Dr. Rosmalinda, S.H., LL.M. Kegiatan ini dimoderatori oleh Liza Hafidzah Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., yang juga merupakan alumni MIH USU.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Dr. Mahmud Mulyadi, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya pelatihan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa Magister Ilmu Hukum. Menurutnya, kemampuan menyusun karya ilmiah merupakan bagian penting dalam menunjang keberhasilan studi mahasiswa, terutama karena tesis dan publikasi ilmiah menjadi salah satu luaran akademik yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan pada jenjang magister.

“Kegiatan ini penting untuk diikuti karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat dalam melatih mahasiswa agar semakin mahir menyusun tesis dan jurnal ilmiah sebagai bagian dari luaran wajib studi,” ujar Dr. Mahmud dalam amanatnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa dalam menulis, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya integritas akademik dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat SDG 4 Pendidikan Berkualitas, yang menempatkan peningkatan mutu dan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas sebagai salah satu fondasi pembangunan berkelanjutan.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang akademik dan penulisan ilmiah. Narasumber pertama, Dr. Syarifah Lisa Andriati, S.H., M.Hum., memberikan materi mengenai aspek penting dalam penyusunan karya ilmiah, khususnya yang berkaitan dengan etika akademik, integritas, serta tanggung jawab penulis dalam menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa etikabilitas dan moralitas merupakan fondasi utama dalam penulisan karya ilmiah, baik tesis maupun artikel jurnal. Penulis tidak hanya dituntut mampu menyusun argumentasi dan melakukan analisis secara akademis, tetapi juga harus menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan etika dalam menggunakan sumber maupun mengembangkan gagasan.

Praktik plagiarisme, misalnya, tidak hanya merupakan persoalan teknis dalam penulisan, tetapi dapat menjadi persoalan serius yang berdampak terhadap kredibilitas mahasiswa maupun institusi pendidikan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa setiap karya ilmiah harus lahir dari proses akademik yang jujur, bertanggung jawab, dan menghormati karya intelektual pihak lain.

Penguatan nilai integritas dan tanggung jawab tersebut turut relevan dengan SDG 16 Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam membangun budaya akademik dan kelembagaan yang transparan, akuntabel, beretika, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. Dalam konteks pendidikan hukum, pembentukan karakter akademik yang berintegritas juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap penguatan sistem hukum dan institusi yang kredibel.

Sementara itu, narasumber kedua, Fahrizal S. Siagian, S.H., M.H., yang merupakan alumni Program Studi Magister Ilmu Hukum USU, penerima pendanaan DRTPM Kemendikbudristek Tahun 2024, sekaligus mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Ilmu Hukum USU, menekankan pentingnya orisinalitas sebagai salah satu indikator kualitas karya ilmiah.

Menurut Fahrizal, orisinalitas tidak semata-mata dimaknai sebagai ketiadaan plagiarisme, tetapi juga menyangkut kemampuan mahasiswa dalam membangun gagasan, melakukan analisis, mengembangkan argumentasi, serta menghadirkan kontribusi pemikiran yang memiliki nilai akademik.

“Orisinalitas menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan akademik. Mahasiswa tidak cukup hanya mampu mengumpulkan dan mengutip berbagai sumber, tetapi harus mampu mengolah sumber tersebut menjadi suatu argumentasi dan pemikiran yang memiliki kontribusi ilmiah,” jelas Fahrizal dalam pemaparannya.

Kemampuan untuk menghasilkan gagasan dan penelitian yang orisinal tersebut juga mendukung semangat SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong inovasi melalui penguatan kapasitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karya ilmiah yang berkualitas diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi dapat menghasilkan pemikiran hukum yang responsif terhadap perkembangan masyarakat serta memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum dan penyelesaian berbagai persoalan hukum.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas karya ilmiah pada akhirnya turut mencerminkan kualitas proses pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, mahasiswa Magister Ilmu Hukum USU diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga menunjukkan karakter intelektual, integritas, dan tanggung jawab sebagai insan akademik.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi diskusi. Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman mengenai teknik penulisan, orisinalitas karya ilmiah, etika akademik, serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyusunan tesis dan artikel jurnal.

Keterlibatan pimpinan program studi, akademisi, alumni, mahasiswa magister, serta mahasiswa doktor dalam kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yakni membangun kemitraan dan kolaborasi untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi lintas peran dalam lingkungan akademik tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengembangan pendidikan serta penelitian hukum.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum USU dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas akademik mahasiswa. Penguatan kemampuan menulis karya ilmiah dinilai penting untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan akademik sekaligus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum.

Dengan terselenggaranya pelatihan tersebut, Program Studi Magister Ilmu Hukum USU berharap mahasiswa semakin memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya integritas, etika, orisinalitas, dan kualitas argumentasi dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui kegiatan serupa yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan budaya akademik yang menjunjung tinggi integritas dan orisinalitas semakin kuat di lingkungan Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara. Penguatan pendidikan berkualitas, budaya riset dan inovasi, integritas kelembagaan, serta kolaborasi antarunsur akademik tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata Program Studi Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum USU terhadap pencapaian SDG 4, SDG 9, SDG 16, dan SDG 17.