home icon
search icon
menu icon

> Berita > International Seminar DAAD Alumni Trefen: “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence”

International Seminar DAAD Alumni Trefen: “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence”

Dipublikasi Pada

26 Agustus 2024

Dipublikasi Oleh

Muhammad Fauzi Ar Rahman Sinulingga SE

International Seminar DAAD Alumni Trefen: “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence”
Thumbnail International Seminar DAAD Alumni Trefen: “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence”
Program Studi Doktor (Prodi S3) Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) berkerja sama dengan Deutscher Akademischer Austauschdienst/The German Academic Exchange Service (DAAD) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan kegiatan International Seminar DAAD Alumni Trefen dengan tema “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence””, bertempat di Hongkong and Milan Conference room, Adimulia Hotel, Medan.

 

HUMAS FH-USU: Senin (26/08/2024), Program Studi Doktor (Prodi S3) Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) berkerja sama dengan Deutscher Akademischer Austauschdienst/The German Academic Exchange Service (DAAD) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan kegiatan International Seminar DAAD Alumni Trefen dengan tema “Just Indonesia, Free From Discrimination and Violence””, bertempat di Hongkong and Milan Conference room, Adimulia Hotel, Medan.

 

Kegiatan seminar internasional ini menghadirkan pembicara utama, Prof. Thomas Stodulka dari Universitas Munster Jerman, serta narasumber lainnya yakni Prof. Ningrum Natasya Sirait, S.H.,M.Li (USU/DAAD Alumni) dan Dr. Phil. Dewi Candraningrum (Universitas Muhammadiyah Surakarta/DAAD Alumni), serta turut pula hadir Atase Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Annisa Fitria. Kegiatan berlangsung dengan dipandu oleh Souvia Rahimah, S.TP., M.Sc. (Universitas Padjadjaran/ Alumni DAAD) yang bertindak selaku moderator.

 

Kegiatan ini mempertemukan Alumni Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) dengan para ahli dalam membahas aspek-aspek interseksional dalam isu-isu terkait wanita, orang dengan kebutuhan khusus serta anak-anak khususnya dari lapisan masyarakat yang kurang beruntung. DAAD merupakan lembaga non profit yang didanai oleh Pemerintah Jerman, tugas DAD adalah mendorong kerjasama akademis antara Jerman dengan perguruan tinggi di seluruh Indoensia.

 

Wakil Direktur Kantor DAAD Jakarta, Muji Rahayu Nutihastri dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa DAAD Jakarta berdiri sejak tahun 1990, saat ini membawahi kegiatan di Indonesia, Malaysia, Singapore, dan Timor Leste. Selanjutnya Wadir DAAD Jakarta juga menjelaskan bahwa DAAD event ini didanai oleh Jerman serta yang menjadi fokus dari seluruh kegiatan DAAD adalah Sustainable Development Goals. Muji Rahayu mengatakan “kami menawarkan beasiswa kepada individual dan pendanaan untuk proyek kerjasama perguruan tinggi Jerman dan Indonesia, sedikit informasi terkait program DAAD saat ini kami juga membuka program PhD full di Jerman, bi-national/sandwich Master di bidang science, technic, english, mathematics, serta program baru yang sedang berjalan PhD dan Postdoc untuk riset di Jerman, untuk itu kami sangat berterima kasih atas perkenan bapak/ibu untuk menyampaikan informasi ini kepada mahasiswa dan dosen muda yang tertarik melalui website DAAD.id” ujar Wadir DAAD Jakarta. 

 

Dekan FH USU Dr. Mahmul Siregar, S.H.,M.Hum dalam kata sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan kepercayaan kepada Fakultas Hukum, USU, khususnya Program Doktor Hukum yang dipilih oleh alumni DAAD sebagai mitra berdasarkan kondisi dan situasi kehidupan yang plural di Medan. Dekan mengatakan “Dalam hal budaya, bahasa, agama, dan geografi fisik, Medan sangat cocok untuk pertukaran intelektual dan budaya Alumni DAAD terkait Indonesia yang adil dan lebih luas, dari perspektif akademis, salah satu hasil yang sangat bermanfaat dari kegiatan ini adalah publikasi prosiding seminar dalam bentuk bab buku, Kami berharap buku ini dapat meningkatkan pemahaman pembaca tentang konsep keadilan untuk semua, tanpa terkecuali” ujar Dr. Mahmul Siregar.

 

Ketua Panitia, Prof. Ningrum Natasya Sirait, S.H.,M.Li mengatakan “Acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat jaringan antara alumni DAAD yang tersebar di berbagai bidang, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia. Dalam semangat persahabatan dan solidaritas, para peserta sepakat untuk terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan global terkait diskriminasi dan kekerasan, dengan semangat inklusivitas dan persamaan hak, seminar ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk menciptakan Indonesia yang benar-benar adil, di mana setiap individu dapat hidup dengan martabat dan tanpa rasa takut akan diskriminasi atau kekerasan” ujar Prof. Ningrum Natasya.

 

Seminar ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, aktivis, praktisi hukum, dan perwakilan dari organisasi internasional. Mereka berbagi wawasan mendalam dan pengalaman nyata mengenai upaya untuk menciptakan Indonesia yang adil dan bebas dari diskriminasi serta kekerasan. Dalam sesi-sesi diskusi para peserta diajak untuk mengeksplorasi berbagai strategi yang dapat diterapkan dalam memerangi diskriminasi berbasis gender, ras, agama, dan berbagai bentuk ketidakadilan lainnya yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, seminar ini juga menyoroti pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat sebagai fondasi untuk perubahan sosial yang berkelanjutan.

 

 

Berita