HUMAS FH-USU: Rabu (19/08/2026), Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) menjalin kerja sama dengan Direktorat Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo dalam kegiatan bedah buku bertajuk "Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat". Kegiatan ini berlangsung di ruang Dewan Pertimbangan Fakultas (DPF) FH USU.

Buku yang dibedah merupakan karya tim literasi Direktorat Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, ditulis oleh Arya Sandhiyudha, dkk. Acara dibuka dengan opening speech dari Arya Sandhiyudha, Ph.D., selaku Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo. Dalam sesi bedah buku, hadir tiga narasumber, yaitu Abdul Muthalib, S.P.; Dr. Mahmul Siregar, S.H., M.Hum., yang merupakan Dekan Fakultas Hukum USU; serta Dr. Christian Orchard Perangin-Angin, S.H., M.Kn., CLA., CCD., Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional I. Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Cand. Dr. Dini Srivati, S.Sos., M.M.

Diskusi dalam kegiatan ini menyoroti sinergi antara perkebunan negara dan kesejahteraan petani sawit rakyat, strategi penguatan ekosistem tata kelola sawit nasional yang inklusif dan berkelanjutan, serta peran kemitraan strategis dalam mendukung kemajuan ekonomi petani lokal dan masyarakat luas.

Buku "Ekosistem Kebun Negara untuk Petani Sawit dan Rakyat" menguraikan peran strategis dan tanggung jawab sosial perkebunan negara dalam memayungi sektor sawit rakyat. Beberapa materi pokok yang dibahas antara lain:

Peran Strategis Kebun Negara, meski secara kepemilikan aset BUMN perkebunan seperti PTPN IV PalmCo hanya mengelola sekitar 5% dari total areal sawit nasional, kebun negara memiliki peran krusial sebagai "gravitasi perekat" yang mengayomi dan melayani 42% petani sawit rakyat di seluruh Indonesia.

Implementasi amanah UUD 1945: bagaimana pengelolaan kebun negara menjadi instrumen nyata pemerintah dalam mewujudkan amanah konstitusi untuk menjaga persatuan, stabilitas ekonomi, dan kemakmuran rakyat.

Dibahas pula formula kemitraan strategis yang adil antara korporasi negara (inti) dan perkebunan rakyat (plasma) agar standar produktivitas petani kecil dapat menyamai standar industri.

Buku ini mendukung pemenuhan hak-hak dasar petani kelapa sawit, mulai dari kedaulatan produksi seperti bibit unggul dan pupuk, hingga transparansi kepastian harga. Diuraikan strategi pembinaan petani sawit agar mampu menerapkan praktik budidaya yang ramah lingkungan guna menepis kampanye negatif dari pasar global. Pula bahas peran investasi kebun negara dalam menggerakkan roda ekonomi daerah terpencil, membuka lapangan kerja, dan menaikkan taraf hidup komunitas lokal.

Kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik civitas akademika FH USU, khususnya terkait aspek hukum dan kebijakan dalam tata kelola perkebunan sawit nasional, sekaligus mempererat kerja sama antara FH USU dan Direktorat Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo di masa mendatang.