HUMAS FH-USU: Senin (08/09/2025), Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Partai Politik sebagai Pilar Demokrasi”. Forum ini mempertemukan akademisi lintas disiplin untuk membedah persoalan mendasar partai politik sekaligus merumuskan rekomendasi bagi perbaikan sistem demokrasi di Indonesia.

FGD ini menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pemantik, di antaranya Dr. Mirza Nasution, S.H.,M.Hum yang memnyoroti “Rekrutmen Pengurus Partai Politik: Menuju Rekrutmen Demokratik dan Meritokratis“, Dr. Faisal Akbar Nasution, S.H.,M.Hum yang membahas “Tata Kelola Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif Daerah (DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA)”, serta Dr. Warjio, MA, Ph.D yang mengulas Pendanaan Partai Politik di Indonsia : Regulasi, Tantangan, dan Prospek Reformasi”. Kegiatan diskusi terfokus berlangsung dengan dipandu oleh Devi Yulida. SH.MH yang bertindak selaku moderator.

Dekan FH USU, Dr. Mahmul Siregar, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menekankan pentingnya forum ini untuk melahirkan gagasan segar di tengah wacana Omnibus Law Politik yang tengah dibahas pemerintah dan DPR. Menurutnya, perubahan regulasi kepartaian tidak cukup hanya menata sistem pemilu, tetapi juga harus memperkuat fungsi representasi, pendidikan politik, dan kaderisasi partai.

Dalam diskusi tersebut, para pakar menyoroti tiga persoalan utama yang masih membelenggu partai politik: mekanisme rekrutmen kader, tata kelola pemilu, serta pendanaan partai. Mekanisme kaderisasi dinilai masih jauh dari prinsip meritokrasi, karena sering lebih mengutamakan loyalitas dan faktor kedekatan ketimbang kualitas dan integritas calon pemimpin.

Selain itu, proses pencalonan legislatif dan kepala daerah juga dinilai tertutup dan rawan praktik transaksional. Kondisi ini membuat publik meragukan kualitas representasi politik yang dihadirkan partai. Sementara itu, soal pendanaan partai masih menjadi titik lemah yang membuka ruang konflik kepentingan serta memperburuk citra partai di mata masyarakat.

Sebanyak 25 akademisi hadir sebagai peserta aktif, memberikan analisis kritis dan masukan konstruktif. Selain akademisi, hadir pula perwakilan kalangan jurnalis dari media online Dailyklik.id, Devis Abuimau Karmoy, M.Ikom.

Hasil FGD ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi reformasi politik Indonesia, sehingga partai politik benar-benar bisa berdiri sebagai pilar demokrasi yang kuat, transparan, dan berpihak pada rakyat.