HUMAS FH-USU: Kamis (9/7/2026), Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Malaysia menggelar aksi nyata dalam memitigasi dampak perubahan iklim global. Dalam kegiatan Pengabdian Kolaborasi Internasional yang dilaksanakan di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Dr. Vita Cita Emia Tarigan, S.H., LL.M., dosen Fakultas Hukum USU, turut ambil bagian sebagai salah satu anggota tim pengabdian dari USU, memperkuat dimensi lintas disiplin dalam program yang mengangkat isu ketahanan iklim pesisir tersebut.

Mengangkat tajuk “Mangrove-Based Coastal Climate Resilience Strategies Through Remote Sensing in Hydrometeorological Disaster-Prone Areas of Pahang and North Sumatra”, program ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat pesisir. Keterlibatan Dr. Vita yang berlatar belakang hukum lingkungan menambah perspektif penting dalam merumuskan pendekatan pengabdian yang tidak hanya berbasis ilmu kehutanan dan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek regulasi dan tata kelola dalam pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Tim pengabdian USU dipimpin oleh Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM., dengan anggota Dr. Oding Affandi, S.Hut., M.P., Dr. Vita Cita Emia Tarigan, S.H., LL.M., dan Hayatunnufus, S.Kom., M.Cs. Kehadiran Dr. Vita dalam tim lintas keilmuan ini mencerminkan komitmen Fakultas Hukum USU untuk turut berkontribusi dalam isu-isu strategis nasional dan internasional, termasuk dalam bidang lingkungan dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Bersama tim akademisi UMPSA, kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua universitas dalam melahirkan solusi berbasis riset demi pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga komunitas lokal. Di antaranya adalah Balai Perhutanan Sosial Medan Kementerian Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Stabat, Polsek Pangkalan Susu, Lantamal I Pos Angkatan Laut (Pos AL) Pangkalan Susu, PT Pertamina EP Pangkalan Susu, serta Pemerintah Kecamatan Pangkalan Susu dan Kelurahan Beras Basah. Kehadiran Kelompok Tani Hutan (KTH), komunitas perhutanan sosial, dan pencinta mangrove setempat turut memperkuat sinergi di lapangan.

Apresiasi tinggi datang dari Balai Perhutanan Sosial Medan, Kementerian Kehutanan. Perwakilan balai menyatakan bahwa kolaborasi internasional di tingkat tapak ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat perhutanan sosial. Peningkatan kapasitas masyarakat dan pengelolaan mangrove berbasis teknologi dinilai menjadi kunci utama dalam mendukung pengambilan keputusan terkait risiko iklim.

Senada dengan itu, perwakilan KTH Kelurahan Beras Basah menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari tim USU dan UMPSA. Pengenalan sistem informasi dan pemantauan lingkungan berbasis data membuka cakrawala baru bagi warga untuk menjaga ekosistem pesisir, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal seperti ekowisata mangrove.

Dalam sesi pemaparan inovasi, Prof. Ts. Dr. Mazlina binti Abdul Majid dari UMPSA memperkenalkan pemanfaatan Internet of Things (IoT) melalui Mangrove Management System Monitoring untuk memetakan kawasan rawan banjir. Ia juga mengenalkan aplikasi “Sekawan”, sebuah platform digital untuk memantau kondisi lingkungan, jumlah pengunjung, serta menghimpun umpan balik wisatawan di ekowisata Beras Basah. Inovasi ini diharapkan mempercepat terbangunnya sistem peringatan dini (early warning system) yang efektif di desa tersebut.

Di sisi lain, tim pengabdian USU memaparkan krusialnya teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dalam mitigasi bencana. Sistem informasi berbasis data akurat ini esensial bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan mitigasi di wilayah Beras Basah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dinamika cuaca ekstrem. Dalam konteks ini, keahlian Dr. Vita di bidang hukum turut diharapkan dapat menjadi masukan berharga dalam penyusunan kerangka kebijakan yang mendukung implementasi hasil riset di lapangan.

Melalui sinergi multisektor ini, USU dan UMPSA berharap kontribusi ilmiah yang diberikan mampu menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun ketahanan iklim jangka panjang. Rangkaian acara diakhiri dengan diskusi interaktif dan aksi simbolis penanaman bibit mangrove oleh seluruh peserta, termasuk Dr. Vita Cita Emia Tarigan, sebagai wujud komitmen bersama menjaga kelestarian bumi.