HUMAS FH-USU: Rabu (19/02/2025), Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) mengadakan acara seminar tentang cara mendapatkan beasiswa internasional. Seminar ini mrupakan rangkaian acara Pekan Alumni Mengajar dalam rangka Dies Natalis FH USU ke-71. Acara ini mengundang Indonesian Association of British Alumni (IABA) Sumatera Utara untuk menyosialisasikan tata cara hingga tips mendapatkan beasiswa internasional untuk studi ke luar negeri bagi mahasiswa FH USU.
Seminar ini menghadirkan pemateri Sekretaris Jenderal IABA SUMUT, Panut Hadisiswoyo, S.S., M.Sc., M.A. dan Wakil Menteri Pendidikan IABA Sumut. Elnoviamy, M.A. Seminar berlangsung dengan dipandu oleh Dosen FH USU, Cheryl Patriana Yuswar, S.H., LL.M. yang bertindak selaku moderator. Turut hadir Wakil Dekan I, Ibu Dr. Agusmidah, S.H., M.Hum. , Alumni FH USU, Dr. Deni Amsari Purba, S.H., LL.M., MCIArb., Dipl.Arb. , dan Sekretaris I Panitia Dies Natalis FH USU ke-71, Dr. Yati Sharfina Desiandri, S.H., M.H.
Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, S.H., MLI. dalam sambutannya menstimulus para peserta mahasiswa dengan pengalaman studinya ke luar negeri. Prof. Ningrum merupakan alumni Fullbright Scholarship selama studinya di Amerika serta pengalamannya mendapatkan program postdoctoral di beberapa kampus ternama di luar negeri.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Panut Hadisiswoyo selaku Sekretaris Jenderal IABA SUMUT sekaligus alumni dari Chevening Scholarship. Poin-poin yang disampaikan terkait dengan mengapa harus mendaftar beasiswa internasional, kesempatan mendapatkan beasiswa-beasiswa internasional, hingga kriteria-kriteria yang eligible yang harus dipenuhi bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri. Sekjen IABA SUMUT menekankan hal-hal yang fundamental bagi pendaftaran beasiswa luar negeri seperti nilai akademik yang bagus, kemampuan bahasa yang baik, dan portofolio serta kemampuan leadership yang baik. Lebih lanjut, Panut Hadisiswoyo berbagi pengalaman dimana ia hampir gagal mendaftar beasiswa ke Inggris dikarenakan hampir lewat waktu tenggat sebelum penutupan pendaftaran. Ia juga berbagi pandangan bahwa pemberi beasiswa umumnya juga melihat portofolio kita sebagai pendaftar dari sisi leadership dan keorganisasian.
Pemaparan materi kedua disampaikan oleh Elnoviamy, M.A. selaku Wakil Menteri IABA SUMUT dan alumni dari Beasiswa LPDP. Elnoviamy memberikan pemaparan terkait tahap-tahap yang perlu untuk disiapkan sebelum mendaftar beasiswa studi ke luar negeri seperti, persiapan sertifikasi bahasa inggris IELTS, mendesain esai yang bagus untuk pendaftaran beasiswa, hingga tips mencari rekomendasi yang baik untuk mendaftar beasiswa luar negeri. Elnoviamy juga menjelaskan beberapa beasiswa seperti Chevening memiliki persyaratan minimum working hours atau sejenis pengalaman kerja bagi pendaftar beasiswanya. Ia kemudian menjelaskan bahwa persyaratan ini dapat dipenuhi dengan pengalaman kerja volunteer seperti kepanitiaan atau keorganisasian tertentu. Lebih lanjut, ia menekankan dalam mendesain esai pengalaman kerja volunteer tersebut, mahasiswa sebaiknya tidak hanya menyebutkan saja jenis pengalaman kerjanya, namun juga memerinci terkait peranan mahasiswa yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya di dalam pekerjaan volunteer tersebut.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Diantara pertanyaan yang diajukan terkait dengan bagaimana jika pendaftar beasiswa awalanya memilih program studi yang dituju sesuai dengan disiplin ilmunya saat di Strata 1 (satu), namun kemudian memilih program studi lain yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu asalnya. Menanggapi pertanyaan ini, Sekjen IABA SUMUT menjelaskan hal tersebut dapat saja dilakukan, berdasarkan pengalamannya di beasiswa Chevening. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para pelamar beasiswa Chevening juga ada yang mendaftar beasiswa dan mencoba mendapatkan sebanyak-banyaknya Letter of Acceptance (LoA) dari beberapa kampus di Inggris. Wakil Menteri IABA SUMUT, Elnoviamy, M.A juga menambahkan bahwa hal tersebut dapat saja dilakukan selama program studi yang berbeda disiplin ilmu tersebut masih memiliki hubungan dengan disiplin ilmu asal mahasiswa tersebut.
Acara ditutup dengan pembagian voucher persiapan beasiswa dari Wakil Menteri IABA SUMUT, Elnoviamy, M.A yang diberikan kepada dua penanya mahasiswa.