PROF.DR. JIMLY ASSHIDDIQIE, SH MEMBERIKAN KULIAH UMUM KEPADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM USU

FH-USU, Fakultas Hukum USU pada Rabu (11/03/2015) bertempat di gedung Peradilan Semu menyelenggarakan kegiatan kuliah umum yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., dengan judul “Praktek Etika dalam Berkonstitusi”.

Kuliah umum ini selain diberikan kepada mahasiswa Fakultas Hukum USU juga disiarkan pula secara interaktif melalui video conference kepada 8 (delapan) Perguruan Tinggi di Indonesia, yakni Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Fakultas Hukum Universitas Andalas, Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung, Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu.

Dalam kuliah umumnya Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH., menyampaikan bahwa “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara hukum akan tetapi hukum sekarang belum dijadikan patron atau pegangan utama, hukum belum menjadi panglima. Sekarang ini logika para pejabat masih menjadikan pembangunan ekonomi sebagai panglima dan sebagian lain masih berfikir politik yang menjadi panglima. Hukum masih saja hanya sekedar menjadi alat ekonomi dan alat politik. Hukum seharusnya sungguh-sungguh menjadi panglima yang memimpin suatu proses bernegara. Olehkarenanya di dalam memahami konstitusi maupun peraturan perundang-undangan jangan hanya mengunakan pendekatan grammatical reading akan tetapi seharusnya mengunakan pendekatan moral readingphilosophical readingsocial political reading”.