Fakultas Hukum USU Akan Menyelenggarakan Seminar Nasional Dan Pertemuan Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan se-Indonesia

MEDAN-FHUSU: Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2014 Fakultas Hukum USU akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan Pertemuan Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan Se-Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai dari tanggal 19 s/d 20 Juni 2014, bertempat di Gedung Peradilan Semu Fakultas Hukum USU. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Hukum USU dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara (BLH-SU), Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan (PERWAKU) dan Asosiasi Pengusaha Pertambangan Sumatera Utara (APPSU).

Seminar Nasiona lini mengambil tema “Satukan Langkah Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim” dengan subtema “Penegakan Hukum Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3)”. Adapun materi yang nantinya akan dibahas berkaitan dengan Implementasi UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungandan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Penerapan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Perusahaan dalam Kajian Hukum, dan Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu (multi-door).

Fakultas Hukum USU melalui Panitia Penyelenggara Seminar Nasional ini mengundang para Dosen, Pengusaha, LSM, dan Praktisi Lingkungan Hidup untuk dapat terlibat aktif dengan cara mengirimkan paper dalam bentuk tulisan yang terkait dengan tema seminar. Paper dalam bentuk tulisan dimaksud dapat dikirimkan selambat-lambatnya tanggal 17 Juni 2014 yang ditujukan kepada Sekretariat Panitia Seminar Nasional dan Pertemuan Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan Se-Indonesia

Jl. Universitas No. 4 Kampus USU Medan, Telp. (061) 8213571, Fax. (061) 8213571, atau melalui This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..


Disamping penyelenggaraan seminar nasional ini akan pula diselenggarakan Pertemuan Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan Se-Indonesia yang nantinya akan diikut ioleh Para Pengajar/Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan dengan persyaratan menyertakan Surat Keterangan dari Fakultas/Sekolah Tinggi sebagai Dosen Mata KuliahHukumLingkungan, selain itu bagi para peserta yang bukan merupakan Pengajar/Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan dapat hadir sebagai peninjau.

Kegiatan Seminar Nasional dan Pertemuan Pembina Mata Kuliah Hukum Lingkungan Se-Indonesia ini di latarbelakangi oleh karena masalah lingkungan hidup masih menjadi persoalan nasional yang belum dapat teratasi dengan baik. Perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dirasakan belum mampu mengatasi persoalan-persoalan lingkungan sebagaimana diharapkan berbagai pihak dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan yang mendukung kehidupan dan menciptakan pembangunan berkelanjutan demi kepentingan generasi masa kini dan generasi yang akan datang.


Undang-undang Nomor 32 Tahujn 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, memuat tentang prinsip-prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang didasarkan pada tata kelola pemerintahan yang baik karena dalamsetiap proses perumusan dan penerapan instrument

pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta penanggulangan dan penegakan hukum mewajibkan pengintegrasian aspek transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keadilan. Selain itu dari substansinya Undang-undang ini memiliki bebarapaa spek hukum yang tercakup dalam ruang lingkup hukum lingkungan.
Pengkajian secara multi-interdisipliner belum banyak dilakukan untuk mencairkan persoalan yang mempengaruhi kegagalan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Berkenaan dengan hal tersebut peran akademisi khususnya hukum lingkungan, untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menyelesaikan masalah lingkungan menjadi sangat penting, khususnya dalam pengelolaan limbah “B3” dan penegakan hukumnya. Melalui forum seminar nasional ini diharapkan dapat segera ditemukan solusi atas permasalahan yang berkenaan dengan lingkungan di Indonesia. (nn/fh)