Seminar Tentang Rancangan Undang-Undang Pertanahan Dalam Rangka Dies Natalis Fakultas Hukum USU Yang Ke – 60

Dalam rangka Dies Natalis FH USU yang ke-60 diadakan seminar tentang RUU Pertanahan dengan Nara Sumber Prof. Dr. M. Solly Lubis, SH., dan Prof. Dr. Mariam Darus Badrulzaman, SH., FCBArb., serta tanggapan atas RUU tersebut oleh Dr. H. Hasim Purba, SH., MHum., dan Dr. Rosnidar Sembiring, SH., MHum.

Seminar ini dibuka oleh Sekda Provinsi Sumatera Utara H. Nurdin Lubis, SH., MM., yang didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Hukum USU Prof. Dr. Runtung, SH., MHum., dan Ketua panitia Dies Natalis FH USU ke-60 Dr. H. OK. Saidin, SH., MHum. Dalam sambutannya Prof. Runtung menyampaikan bahwa seminar ini adalah merupakan salah satu acara dari serangkaian acara yang dilaksanakan oleh FH USU dalam rangka dies natalis yang ke-60 tersebut, disamping acara-acara lain seperti pekan olah raga dan seni, family day, pengabdian masyarakat, orasi ilmiah dan malam keakraban. Beliau berharap semoga seminar ini dapat memberikan suatu pencerahan dalam penyusunan undang-undang bidang pertanahan yang memberikan perlindungan hukum dan keberpihakan kepada seluruh warga masyarakat tentang hak-hak atas tanah.

Masalah pertanahan adalah masalah serius yang harus segera ditangani dan direspon oleh pemerintah dan semua pihak. Salah satu faktor penting untuk mengatasi masalah pertanahan di Indonesia adalah dengan penyempurnaan peraturan perundang-undangan di bidang pertanahan. Apabila dilihat melalui aspek hukumnya, ketentuan tentang pertanahan sudah diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Ketentuan Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Kehadiran berbagai peraturan perundang-undangan yang baru seyogianya harus sinkron dengan UU Nomor 5 Tahun 1960 tersebut, karena UUPA ini merupakan implementasi dari amanah Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, tetapi bila kita cermati peraturan perundang-undangan tersebut seperti UU Kehutanan, UU Pertambangan, UU Perkebunan, UU Penanaman Modal, UU Sumber Daya Air, ternyata secara substansial ada yang tidak sinkron dengan apa yang diatur dalam UUPA tersebut. Akibat tidak sinkron, maka berbagai peraturan tersebut ternyata telah menimbulkan konflik peraturan dan menimbulkan munculnya masalah-masalah lain yang berkaitan dengan pertanahan.

Prof. M. Solly dalam seminar ini menyampaikan makalahnya dengan judul “Masalah Tanah dan Pertanahan Antara Harapan dan Kenyataan” sedangkan Prof. Mariam Darus menyampaikan makalah yang berjudul “Pokok-Pokok Pikiran Tentang RUU Pertanahan”. Seminar ini dipandu oleh Moderator Dr. H. Edy Ikhsan, SH., MA., salah seorang dosen dari Departemen Hukum Keperdataan dan Arif, SH., MHum., dosen dari Departemen Hukum Internasional. Af/Nn